puji syukur kepada Tuhan YME atas segala nikmat nya,
saya masih mengingat ketika aku memposting seseuatu di blog ini pertamakali yang merupakan tulisan ku sendiri adalah ttg SNMPTN dan tentang segala kegalauan masuk kuliah.
bertahun-tahun yang lalu aku moved dari dunia blog. dan taraaaaaraa.. hari ini akhirnya saya muncul lagi untuk memposting sesuatu, dalam hal ini kita dapat mengambil hikmah bahwa sebenarnya kita move dari sesuatu itu bukan hanya tentang "melupakan", tapi terkadang karena kita sudah teralihkan dengan sesuatu yang lebih menarik.
oke, kembali lagi ke judul awal. setelah perjuangan 4 tahun persis yang saya habiskan dibangku kuliah, saya masih merasa "im still stupid" alias gue masih belum ngerti ape-ape. saya yang telah mengambil prodi PSIKOLOGI ini terkadang berpikir bahwa saya masih harus menyembuhkan diri saya sendiri. kalau kata orang "sarjana psikologi kan? coba dong jelasin kenapa aku kayak gini". oh men! tidak semudah itu. saya masih harus banyak belajar entah itu dari institusi resmi nanti, jika saya bisa melanjutkan s2. atau dari pengalaman2 dikehidupan masa datang. don't stop to study anything :)
namun,dibalik "im still stupid" saya, banyak hal juga yang telah saya peroleh selama 4 tahun masa kuliah ini. yah paling tidak untuk perbaikan diri saya sendiri lah. diataranya pembelajaran tentang sosialisasi, tentang sebuah persahabatan yang tak dapat ditukar dengan apapun, tentang sebuah perjuangan mencapai sesuatu, tentang sebuah kesabaran atas proses dan masih banyak lagi yang mungkin akan berbeda pada setiap mahasiswa.
pelajaran paling penting yang telah saya peroleh dari 4 tahun ini, adalah bahwa setiap manusia memiliki ladangnya sendiri. that's mean, kebahagiaan dari setiap manusia akan sangat berbeda ukurannya. setiap manusia memiliki "parameter" sendiri atas apa yang disebut dengan bahagia. meskipun ini masih sangat sulit untuk saya terapkan pada diri saya sendiri. namun dari waktu ke waktu kita harus terus mencoba. tul ga??
pernah kejadian seorang teman tidak melanjutkan sekolah berkata pada saya. "kamu enak ghe, kuliah aja, uang uda ada yang ngasih. ga capek-capek nyari kayak aku". kemudian saya juga pernah berpikir seperti itu pada teman kuliah saya "enak ya dia, meskipun anak rantau tapi semua nya tercukupi, mana cantik anaknya, kurang apa sih hidupnya". so dari sini saya mulai berpikir.
melihat buku dari sampulnya sangatlah tidak dianjurkan
bukan? entahlah aku yang hanya kuliah saja, ataukah teman ku si anak rantau yang ga pernah kekurangan apa-apa ini, semuanya memiliki kesedihan dan kebahagiaan dalam ukurannya masing-masing. and finally, mulailah bersyukur pada keadaan kita, karena dengan rasa syukur yang kita miliki semuanya akan lebih indah.
some pict in my graduation day


